Teori Sistem Bab 3 ( Pendekatan Sistem Sebagai Proses Manajemen Pendidikan )

BAB 3

Pendekatan Sistem sebagai Proses Manajemen Pendidikan

Prof. Wagiono Ismagil, (1982) mengatakan : Pendekatan sistem adalah suatu pendekatan analisis organisasi yang mempergunakan ciri-ciri sistem sebagai titik tolak analisis. Pendekatan sistem merupakan aplikasi dari sistem ilmiah dan manajemen. Pendekatan sistem dalam manajemen dirancang untuk memanfaatkan analisis ilmiah dalam suatu organisasi yang kompleks.

Jadi Pendekatan sistem adalah cara pandang atau cara berfikir menggunakan konsep-konsep sistem dalam memecahkan suatu masalah.

Ringkasnya pendekatan sistem adalah cara berpikir dari masing-masing orang. Cara berpikir yang interdisipliner (antardisiplin atau bidang studi). Pendekatan sistem merupakan cara berpikir yang kaya akan konsep dan praktek. Pemikiran sistem memberikan pendekatan yang hidup untuk memberikan pernyataan dan jawaban pertanyaan.

  1. Sistem Perencanaan

Sistem perencanaan dapat diyakini sebagai suatu kesatuan cara berpikir individu atau kelompok yang berisi elemen elemen guna memecahkan permasalahan yang terjadi di masa depan.

  1. Analisi Sistem dalam Organisasi

Analisis sistem merupakan proses sistem memilih untuk pemecahan masalah bisnis dan industri. Analisis sistem berkenaan dengan sistem-sistem mekanisme serta manusia dan mesin, analisis sistem adalah pemecahan masalah secara ilmiah dan interdisipliner. Analisis sistem meliputi : (1) dekomposisi sistem atau membagi sistem menjadi bagian-bagian. Dan (2) sintetis sistem yang dihasilkan menjadi sistem keseluruhan.

Pada beberapa organisasi, rencana yang baik harus direncanakan terlebih dahulu dan harus memiliki kebersamaan maksud untuk mencapai tujuan yang telah diharapkan. Pertama sebuah rencana ditetapkan dan penting mengorganisasikan usaha guna mempraktekan perencanaan.

Salah satu membuat perencanaan yang baik dengan pendekatan sistem adalah menggunakan model perencanaan yang prosenya terdiri dari beberapa  elemen. Model perencanaan tersebut adalah sebagai berikut :

Untitled7

Adapun tugas utama dari menganalisis sistem. Diantaranya meliputi :

  • Menentukan lingkup sistem
  • Mengumpulkan fakta
  • Menganalisis fakta
  • Mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis sistem

 

Langkah-langkah di dalam analisis sistem

Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah :

  1. Identify, mengidentifikasi masalah
  2. Understand, memahami kerja sistem yang ada
  3. Analyze, menganalisis sistem
  4. Report, membuat laporan hasil analisis

Analisis sistem dan organisasi sangat berhubungan, ini menunjukan bahwa sistem organisasi berorientasi terutama kepada sistem-sistem manusia (organisasi). Yang penting disini adala komponen-komponen, fungsi-fungsi, kegiata-kegiatan dan hubungan serta restrukturisasikesemuanya ini didasarkan atas analisis ilmiah. Oleh karena itu fokusnya adalah :

(a) hasil atau kualitas

(b) evaluasi keluar menurut ukuran-ukuran tujua sistem dan

(c) umpan balik berikunya terhadap sistem.

3.Tanggung Jawab Manajer

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

(1) Manajer adalah orang yg mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran

(2) Manajer adalah orang yg berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.

Menurut Robert Tanembaum, Manajer adalah seseorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasi, mengarahkan dan mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan.

Menurut definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa manajer adalah seseorang yang berwenang dalam mengatur serta mengarahkan orang lain agar bertanggung jawab atas pekerjaan mereka untuk mencapai sasaran dalam organisasi tersebut.

Pekerjaan seorang manajer adalah merencanakan, merancang dan mengimplementasikan sistem pembelajaran secara efektif dan efisien, dan ini sangat tergantung pada kebutuhan siswa serta lingkungannya. Manajemen pendidikan dapat dipandang sebagai proses kemampuan untuk penyelesaian kegiatan pendidikan secara keseluruhan.

MacDonal, (1969) menyampaikan lima bagian proses manajemen pendidikan bertujuan pada pencapaian arti dan objek yang termasuk kendala fungsi-fungsi manajemen seperti: perencanaan, pengorganisasian, penstafan, pengarahan dan pengawasan.

Pada manajemen pendidikan terkandung enam langkah kegiatan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi masalah yang dibutuhkan dan masalah.
  2. Menentukan keperluan untuk menyelesaikan masalah dan menetapkan kemungkinan penyelesaiannya.
  3. Strategi penyelesaian dan peralatan yang digunakan.
  4. Strategi penyelesaian penerapan meliputi manajemen dan strategi penyelesaian pengawasan dan perawatan.
  5. Pekerjaan dinilai berdasarkan keberhasilan di atas kebutuhan yang lebih dahulu diperlukan.
  6. Menciptakan langkah baru yang telah diperbaiki.

Dari enam langkah yang telah dijelaskan diatas, maka dapat dikatakan bahwa langkah-langkah tersebut dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah di dalam proses perencanaan dan dalam proses pengawasan pada pendekatan sistem pendidikan, dan ini dinamakan dengan proses pembuatan rencana. Di dalam dunia pendidikan proses ini diciptakan dalam bentuk perencanaan sistem pendidikan yang dipergunakan untuk penyelesaian masalah berdasarkan kebutuhan.

Tingkatan dan Keahlian Manajer

  1. Tingkatan seorang manajer
  • Manajer tingkat atas (top-level managers) adalah para eksekutif senior dari sebuah organisasi yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan manajemennya. Manajer tingkat atas, sering kali merujuk kepada manajer strategis, yang diminta fokus pada isu-isu jangka panjang dan menekankan pada keberlangsungan, pertumbuhan, dan keefektifan secara keseluruhan dari organisasi.
  • Manajer tingkat menengah (middle-level managers) kadang kala disebut manajer taktis, mereka bertanggung jawab untuk menerjemahkan tujuan-tujuan dan rencana-rencana umum yang dibuat oleh para manajer strategis ke dalam sasaran-sasaran dan aktivitas-aktivitas yang lebih spesifik.
  • Manajer garis depan (frontline managers), atau manajer operasional adalah para manajer pada tingkat lebih rendah yang mengawasi operasi-operasi organisasi. Mereka secara langsung terlibat dengan para pekerja nonmanajemen dan mengimplementasikan rencana-rencana khusus yang dibuat oleh para manajer tingkat menengah.
  1. Keahlian seorang manajer
  • Keahlian teknis adalah melakukan sebuah tugas khusus yang melibatkan sebuah metode atas proses khusus. Kebanyakan orang mengembangkan sekumpulan keahlian teknis untuk melengkapi aktivitas-aktivitas yang merupakan bagian dari kehidupan kerja mereka sehari-hari.
  • Keahlian konseptual dan pengambilan keputusan mencakup kemampuan untuk mengenali dan memecahkan masalah-masalah demi kepentingan organisasi dan setiap orang yang terlibat
  • Keahlian interpersonal dan komunikasi memengaruhi kemampuan para manajer untuk bekerja dengan baik dengan orang-orang. Keahlian-keahlian ini sering disebut people skills. Para manajer menghabiskan kebanyakan waktu mereka berinteraksi dengan orang-orang, dan mereka harus mengembangkan kemampuan-kemampuan mereka untuk mempimpin, memotivasi, dan berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang di sekeliling mereka.

4.Model sistem sibernetika

Sibernetika merupakan sebuah studi interdisiplin tentang struktur sistem regulasi (pengaturan). Sibernetika berhubungan erat dengan teori informasi, teori pengendalian, dan teori sistem, setidaknya dalam bentuk urutan pertamanya.  Dalam teori sistem sibernatika merupakan suatu gerakan didalam kerangka umum pemikiran sistem bahwa manusia dan masyarakat dapat dipahami dan mengerti melalui studi atas pesan-pesan dan kemudahan-kemudahan komunikasi. Dalil sibernatika adalah setiap sistem dapat dianalisis secara efektif melalui kegiatan-kegiatan komunikasi dan pengawasan. Model sibernatika mengupayakan alat untuk menilai umpan balik dan dampak terhadap keadaan sistem pemantauan kegiatan sistem dan pengadaptasian sistem untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

Dalam sistem sibernetika dibutuhkan program pengelolaan data. Maka komputer sangat berperan dalam model sistem sibernetika. Seorang manajer pendidikan adalah orang yang membuat keputusan dan harus memiliki data dan informasi yang jelas sesuai dengan fungsi-fungsi yang ada didalam organisasinya. Untuk itu diperlukan peranan data elektronik didalam suatu sistem pengajaran. Komputer merupakan suatu sub sistem dan apabila dikelola secara tepat maka akan dapat melengkapi kenyataan informasi sebagai sub sistem para manajer terhadap seluruh sub sistem, hal ini bisa terlihat dari komputer sebagai komponen sistem secara keseluruhan.

Cara berpikir sibernetika :

Untitled8

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s