Tugas Analisis Kasus

Analisis Studi Kasus ini dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Hukum dalam Pendidikan dengan dosen Dr. Suryadi dan Dr. Desi Rahmawati, M. Pd

Kasus:

Cubit Murid, Guru SMP Ini Masuk Penjara! Wajar atau Lebay?

Guru di SMP Negeri 1 Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yang bernama Nurmayani Salam harus mengalami nasib pahit. Nurmayani di polisikan oleh orang tua dari anak didiknya. Guru biologi tersebut kini harus merasakan dinginnya di balik Jeruji besi. Nurmayani dilaporkan dengan tuduhan penganiayaan terhadap siswa.

Di lansir Kompas.com, guru yang salah sedikit ternyata juga bisa berujung masalah di penjara. Kasus ini sebetulnya sudah terjadi sejak lama, tepatnya pada Agustus 2015 lalu. Kejadiannya berawal ketika dua orang siswa saling kejar-kejaran.

Saat disuruh melaksanakan shalat Dhuha, kedua siswa ini menolak. Sang guru pun langsung mencubit siswa tersebut. Karena orang tua siswa tidak terima perlakuan Ibu Maya, sapaan Nurmayani Salam, guru berjilbab ini langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Nurmayani pun resmi mendekam di penjara pada hari Kamis 12 Mei 2016. Humas Polres Bantaeng menyebut bahwa kasus tersebut tengah ditangani Kejari Bantaeng.

http://www.idntimes.com/rizal/gara-gara-cubit-murid-guru-smp-ini-masuk-penjara diakses tanggal 12 Juni 2016 jam 16.47 WIB

Analisis kasus:

Pada saat ini, kondisi pendidikan di Indonesia sepertinya sudah berubah. Bu guru yang bermaksud untuk mengarahkan muridnya untuk melakukan kebaikan malah terjerat hukum, karena beliau hanya menyuruh dua murid itu shalat dhuha tetapi dua murid tersebut menolak perintah gurunya, lalu mencubit dua murid tersebut dan akhirnya murid melaporkan ke orang tua mereka. Orang tua anak itu tidak menerima apa yang dilakukan oleh gurunya dan langsung dilaporkan ke pihak berwajib serta di proses, selain itu dilaporkan ke Komnas HAM.

Bisa kita lihat pada Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 BAB XI tentang Pendidik dan Tenaga Kependidikan bahwa, “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.”  Nah, bisa dilihat pada bunyi aturan diatas, bahwa Bu guru ini telah melakukan tugasnya sebagai tenaga kependidikan, namun ibu itu melupakan bahwa guru tidak perlu melakukan kekerasan seperti itu. Namun di UU RI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, BAB IV Guru, Bagian 7, Pasal 39 yang berbunyi :

  • Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas.
  • Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Perlindungan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain.

Bisa kita lihat bunyi UU diatas, Bu guru ini sudah benar dalam melaksanakan kewajibannya dan benar dalam melakukan tindakan mencubit tersebut.

Tetapi di dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, menyatakan bahwa Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.

Nah, menurut UU diatas, tindakan Bu guru ini adalah salah, karena telah melakukan tindakan kekerasan terhadap anak didiknya. Tetapi menurut pendapat saya, mencubit adalah suatu tindakan yang cukup sepele, kecuali jika Bu guru ini menggunakan alat tumpul, misalnya penggaris atau pulpen. Tetapi disisi lain, guru tersebut melakukan tugasnya. Mendidik muridnya untuk melaksanakan shalat sejalan dengan pendidikan spiritual atau keagamaan yang merupakan hak peserta didik berdasarkan UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 tepatnya BAB 5 tentang Peserta Didik Pasal 12 ayat 1a “Mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama  yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama”. Dan guru dalam melaksanakan tugasnya berhak memberikan sanksi kepada peserta didik dalam menjalani tugas keprofesionalannya.

Memang jika dilihat secara hukum, Bu guru tersebut melakukan tugas keprofesionalannya dan seorang guru berhak memberikan sanksi terhadap muridnya. Tetapi sanksi yang diberikannya adalah berupa kekerasan fisik terhadap anak meskipun hanya sebatas “mencubit” tetapi hal ini menimbulkan rasa sakit yang termasuk kedalam penganiayaan dan hal ini diatur dalam UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Lebih tepatnya terjerat pada pasal 76C yang berbunyi “Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak” dan bagi pelakunya diberikan sanksi seusai pasal 80 guru tersebut hanya melanggar pasal 76C tersebut, tanpa mengakibatkan luka berat atau kematian pada murid maka guru tersebut terkena sanksi sebagaimana tertulis pada Ayat 1 Pasal 80 “Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah)”.

 Tetapi, jika dilihat dari kekerasannya seperti hanya mencubit. Seharusnya orangtua dari kedua murid tersebut tidak perlu membawa kasus ini ke ranah hukum, dilihat dari tindakan gurunya tersebut adalah hal yang benar dan sepele. Sebaiknya, kasus ini dilakukan dengan jalan kekeluargaan saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s